Sabtu, 05 Januari 2019

Kronologis Mahasiswi Ketua IPPNU Dihajar di Tengah Hutan


TOPUPBERITA - Ketua Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Banyuwangi Bara Putri Riyanda Hardiyanti, 24, menjadi korban pembegalan di jalan raya tengah hutan, tepatnya di sekitar Hutan Haji Rajak, Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.

Bara Putri Riyanda Hardiyanti yang merupakan arga Dusun Bulusari, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi itu ditendang dari sepeda motornya hingga terjatuh, Selasa (1/1) malam.

Melihat kondisi korban tak berdaya, pelaku langsung membawa kabur tas berisi HP, ATM, dan STNK. Pelaku perampasan kini masih dalam penyelidikan polisi. ”Aku salah opo karo orang lain, Bara yang saat memeriksakan luka di pipi kanannya di Puskesmas Purwoharjo.

Bara yang juga mahasiswi semester akhir Teknik Industri ITS dibegal sekitar pukul 22.00 WIB. Malam itu dia sedang dalam perjalanan pulang ke Grajagan dari Genteng. Korban sempat dihajar oleh pelaku hingga memar, Kapolsek Purwoharjo AKP Ali Ashari.

Aksi begal itu bermula saat Bara dalam perjalanan pulang dari sekretariat IPPNU di Genteng. Dia berkendara seorang diri naik motor Honda Scoopy. Saat akan memasuki hutan Karetan, korban merasa ada yang membuntuti. Orang yang membuntuti itu naik motor Honda Beat warna merah putih.


Pemotor yang tidak dikenal itu, jelas dia, tiba-tiba memepet motor korban dan mencoba menendang hingga tiga kali. Beruntung, korban masih bisa mengendalikan motornya. ”Korban berhenti dan menanyakan kemauan pelaku.

Saat korban berhenti, pelaku yang diduga masih berusia muda itu juga menghentikan motornya. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menghajar korban tanpa ampun. Malahan, korban sempat dibanting di tengah jalan raya. ”Korban mengalami luka memar dan lecet di bagian wajah,” imbuh Kapolsek Ali Ashari.

Aksi brutal pelaku itu baru terhenti saat ada lampu mobil dari kejauhan. Pelaku segera mengambil tas yang dibawa korban dan langsung kabur dengan motornya ke arah selatan.

Korban tergeletak di jalan dan ditolong warga, terang Kapolsek seraya menyebut korban yang terluka langsung dibawa ke Puskesmas Purwoharjo.

Kapolsek Ali menambahkan, dari keterangan korban, tas milik korban yang dibawa kabur pelaku itu berisi uang sebesar Rp 120 ribu, KTP, SIM C, ATM BRI, STNK motor Honda Scoopy, dan handphone android merek OPPO. ”Korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta.

Kapolsek Ali menyebut berdasarkan keterangan saksi, pelaku yang membegal aktivis NU itu menggunakan jaket biru dongker dengan usia sekitar 22 tahun. ”Kita akan memburu pelaku sampai tertangkap.

Sementara itu, Bara mengaku sudah terbiasa melewati jalan Karetan. Meski malam hari, dia tetap berani lewat jalan tersebut. Wanita berjilbab tersebut tidak menyangka bakal ada orang jahat yang tega merampasnya. Saat ditemui Jawa Pos Radar Banyuwangi, dia mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.

Teman-temannya dari IPPNU banyak yang menghubungi untuk menanyakan ikhwal perampasan tersebut. Ditanya soal ciri-ciri pelaku, Bara menyebut kalau pelaku pakai helm. Umur sekitar 22 tahun, ada jerawat di wajah, dan wajahnya kotak.

Saya sempat bilang sama pelaku jangan diapa-apakan. Silakan kalau tasnya dibawa, Bara mengenang kejadian pilu tersebut.



Next

Related


EmoticonEmoticon